Rabu, 26 November 2014

Rangkuman Presentasi Kelompok 7 Pengantar Akuntansi 1 Kelas 1EA30

-SISTEM INFORMASIAKUNTANSI, PRINSIP & PROSEDUR-

Sistem informasi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklarifikasikan, mengolah, menganalisa, komunikasi informasi finansial dan pengambilan keputusan yabng relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern

3 fungsi penting sistem informasi akuntansi

  •  Mengumpulkan data
  • Meperoses data
  • Kontrol terhadap asset organisasi

Prinsip/asset penting sistem informasi akuntansi :
1.   Keefektifan biaya : biaya harus efektif
2.   Tingkat kegunaan : agar berguna, harus relevan, tepat waktu dan akurat
3.   Fleksibilitas : mengakomodasi berbagai pengguna, mengubah informasi yang dibutuhkan
4.   Mengembangkan sistem akuntansi

Karakteristik SIA yang membedakan dengan subsistem CBIS lainnya :

  • SIA melaksanakan tugas yang diperlukan
  • Berpengang pada relatif standar
  • Berpikir historis
  • Mengangani data rinci
  •  mengumpulkan data dari semua aktifitas
  • meproses data
  • memanajemenkan data ke dalam kelompok yang sudah di tetapkan perusahaan
  • mengendalikan kontrol yang akup

Sistem akuntansi dikembangkan dalam 4 tahap :
1.   Analisis
2.   Desain
3.   Implementasi
4.   Menindaklanjuti

Sistem : suatu jaringan prosedur yang dibuat dari polas yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan

OBIS (computer based information system) : Sistem pengolahan sebuah informasi yang berkualitas yang mendukung untuk pengambilan keputusan.

Prosedur : suatu urusan kegiatan kredikal biasanya melibatkan suatu orang dalam, dalam satu departemen atau lebih yang dibuat menjamin penanganan secara seragam

Rabu, 19 November 2014

Rangkuman Presentasi Kelompok 6 Pengantar Akuntansi 1 Kelas 1EA30

hasil presentasi  kelompok 6 presentasi AKUNTANSI 1
ANALISA DAN LAPORAN KEUANGAN
Pengertian (secara umum)
·                     Persediaan (Inventory), aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), dan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan tertanam dalam persediaan yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan.
·                     Persediaan adalah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual.
maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual).
Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. Dalam perhitungan Rugi/Laba nilai persediaan (awal & akhir) mempengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP)
A.Inventory perusahaan dagang
Persediaan merupakan barang-barang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk dan kualitas barang.
B.Inventory perusahaan industry
Persediaan barang-barang atau bahan yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi atau setengah jadi atau mungkin menjadi bahan baku bagi perusahaan lain
perusahaan manufaktur pada umumnya mempunyai tiga jenis persediaan yaitu:
1.                     Bahan baku (direct material)
2.                   Barang dalam proses ( Work in proses)
3.                   Barang jadi (Finished goods)
Jenis-jenis Persediaan
1.                     Bahan Baku
Barang persediaan akan diolah lagi melalui proses produksi, sehingga akan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sesuai dengan kegiatan perusahaan. Besarnya persediaan bahan baku dipengaruhi oleh perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkannya pihak pemasok.
1.                     Barang dalam Proses
Barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi barang jadi, sehingga persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi oleh lamanya produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk keproses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
1.                     Barang Jadi
Barang hasil proses produksi dalam bentuk final sehingga dapat segera dijual, pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.
Tujuan Penilaian Inventory
·                     Tujuan Pertama adalah dalam upayanya untuk mematch cost terhadap revenue yang berkaitan, sehingga dihasilkan income, proses ini merupakan tujuan dasar akuntansi tradisional.
·                     Tujuan kedua pengukuran inventory lainnya adalah untuk menyajikan nilai barang-barang perusahaan didalam komponen neraca (laporan keuangan).
·                     Tujuan ketiga pengukuran inventory adalah membantu investor untuk memprediksi arus kas dikemudian hari, yaitu dipandang dari jumlah inventory sebagai resources yang akan mendukung arus kas dan jumlah inventory yang akan dijual kemudian hari dan akan mempengaruhi arus kas keluar.
Penentuan kuantitas persediaan
Untuk menentukan jumlah barang yang masih dikuasai oleh perusahaan pada suatu saat dapat ditentukan melalui beberapa cara yaitu:
1.                     Stock opname: perhitungan barang pada awal dan akhir periode yang dihitung, cara ini merupakan ketentuan yang harus dilakukan oleh manajemen untuk menentukan jumlah persediaan akhir, sebagai salah satu persyaratan memperoleh unqualified opinion.
2.                   Menggunakan metode pencatatan perpetual.
3.                   Menggunakan metode gabungan antara metode pencatatan perpetual dengan stock opname.
4.                   Menggunakan metode penilaian berdasarkan hubungan agregatif, yaitu gross profit method dan realized inventory method.
Penyajian laporan laba rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu all inclusive concept of income (AICI) dan current operating concept of income (COCI). Dari kedua metode tersebut metode penyajian yang banyak mengandung kelemahan untuk penyajian persediaan adalah AICI, kelemahan-kelemahan tersebut dapat kita lihat sbb:
1.                     Metode stock opname atau periodic method
2.                   Metode perpetual
3.                   Metode agregatif
Dasar Penilaian Persediaan
Penilaian persediaan pada prinsipnya ada dua yaitu input values dan output values, sedangkan kedua konsep tersebut dapat digunakan sesuai dengan siapa pemakainya dan tujuannya. Kalau untuk pembuatan prediksi arus kas dikemudian hari lebih relevan kalau digunakan output values, karena akan mencerminkan nilai perusahaan pada saat itu.
1.                     Output Values
Untuk konsep output values ini ada 3 (tiga) konsep yang dapat digunakan yaitu:
Konsep Discounted Money Receipt
Current Selling Price
Net Realizable Values
1.                     Input Values
Pengukuran persediaan dengan input values merupakan pengukuran resources yang dipakai untuk memperoleh persediaan pada kondisi saat ini, sehingga untuk persediaan yang tidak perlu adanya proses produksi interpretasi mengenai nilai persediaan (input values) sangat jelas. Karena input values disini menggambarkan arus dari pada kas yang telah dikeluarkan sesungguhnya.
Konsep Persediaan
1.                     Historical cost
Metode historical cost ini persediaan diukur berdasarkan pada pembayaran yang dilakukan dimasa lalu atau harus dilakukan dimasa yang akan datang untuk memperoleh barang atau jasa.
Keuntungan konsep ini:
1.                     Inventory bahan baku dan barang dagangan mencerminkan harga yang sebenarnya.
2.                   Dalam kondisi harga tidak pasti konsep ini merupakan alternative yang layak daripada net realizable values sebagai alat prediksi.
3.                   Nilai persediaan tidak dipengaruhi oleh bias kebijakan manajemen.
Kerugian konsep ini:
1.                     Untuk persediaan barang yang cepat usang dan nilai tambah atas barang tidak dapat disesuaikan harganya.
2.                   Bila terdapat harga yang berbeda susah untuk diperbandingkan.
3.                   Banyaknya unsur joint cost dan metode alokasi sehingga menyulitkan penilaian persediaan.
4.                   Current Replacement Cost
Konsep ini adalah untuk mengurangi kelemahan dari konsep historical cost, banyak penulis dan komite prinsip akuntansi menyarankan menggunakan konsep CRC untuk mengukur persediaan. Dengan pertimbangan:
1.                     CRC memungkinkan untuk matching antara current input value dengan current revenue atas hasil current operation.
2.                   CRC memungkinkan identifikasi dari holding gains dan loss.
3.                   CRC merupakan current value dari persediaan.
1.                     Net Realizable Values Dikurangi Normal Markup
Dalam konsep ini persediaan dinilai dengan konsep realizable values dikurangi dengan gross profit margin yang normal, sehingga nilai persediaan merupakan nilai perolehannya menurut konsep realizable.
Biaya-Biaya yang Harus Dimasukkan dalam Persediaan
Salah satu masalah paling penting dalam menangani persediaan berhubungan dengan berapa jumlah persediaan yang harus yang dicatat dalam akun. Pembelian (akuisisi) persediaan, seperti aktiva lain, umumnya di perhitungkan atas dasar biaya.
1.                     Biaya Produk
Biaya yang melekat pada persediaan dan di catat dalam akun persediaan. Biaya-biaya ini berhubungan langsung dengan transfer barang kelokasi bisnis pembeli dan pengubahan barang tersebut ke kondisi yang siap di jual.
1.                     Biaya periode
Kondisi yang beban umum serta adminstrasi tidak dianggap berhubungan langsung dengan akuisisi atau produk si barang karenanya tidak dianggap sebagai bagian dari persediaan.
1.                     Biaya manufaktur
Sebuah bisnis yang membuat barang mengunakan persediaan bahan baku barang dalam proses barang jadi. Brang dalam proses dan barang jadi meliputi bahan tenaga kerja langsung dan biaya overhead manufaktur. Biaya overhead manufaktur meliputi bahan tidak langsung.
1.                     Biaya bunga
Berhubungan dengan penyiapanpersediaan agar siap dijual biasanya di bebankan pada saat dikeluarkan. Arguman penting untuk pendekatan ini adalah bahwa biaya bunga merupakan biaya pembiayaan.
Sistem Pencatatan Persediaan
Untuk dapat menetapkan nilai persediaan pada akhir periode dan menetapkan biaya persediaan selama satu periode, sistem persediaan yang digunakan adalah:
Sistem Periodik (physical)
Pada setiap akhir periode dilakukan perhitungan secara phisik untuk menentukan jumlah persediaan akhir. Perhitungan tersebut meliputi pengukuran dan penimbangan barangbarang yang ada pada akhir suatu periode untuk kemudian dikalikan dengan suatu tingkat harga/biaya. Perusahaan yang menerapkan sistem periodik umumnya memiliki karakteristik persediaan yang beraneka ragam namun nilainya relatif kecil. Misalnya kios majalah di sebuah pusat perkantoran dan pertokoan yang menjual berbagai jenis majalah, koran, dll.
Sistem Permanen (Perpetual)
Melakukan pembukuan atas persediaan secara terus menerus yaitu dengan membukukan setiap transaksi persediaan baik pembelian maupun penjualan. Sistem perpetual ini seringkali digunakan dalam hal persediaan memiliki nilai yang tinggi untuk mengetahui posisi persediaan pada suatu waktu sehingga perusahaan dapat mengatur pemesanan kembali persediaan pada saat mencapai jumlah tertentu. Misalnya persediaan alat rumah tangga elektronik (mesin cuci).
Penilaian Persediaan dengan Sistem Fisik (Periodik)
Untuk menentukan nilai persediaan barang pada akhir periode menurut system pisik adalah sebagai berikut:
1.                     Metode Tanda Pengenal Khusus
Metode tanda pengenal khusus ( specific identification ) setiap barang yang dibeli atau yang masuk diberi kode / tanda pengenal yang menunjukkan harga per satuan sesuai faktur yang diterima.
2.                   Metode RataRata
Metode RataRata Sederhana
- Metode Rata-Rata Tertimbang
3.                   Metode MPKP (FIFO)
Barang yang lebih dulu masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk belakangan.
4.                   Metode MTKP (LIFO)
Metode ini, barang yang terakhir masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk lebih awal.
5.                   Metode Persediaan Dasar
Disebut juga sebagai persediaan besi yakni persediaan minimum yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk menjaga likuiditas perusahaannya. Dalam metode Ini keterlambatan masuknya barang yang disebabkan adanya kemacetan atau sebabsebab lain tidak mengganggu persediaan sehingga perusahaan masih dapat melayani pelanggan atau pembeli.


Rabu, 12 November 2014

Rangkuman Presentasi Kelompok 5 Pengantar Akuntansi 1 Kelas 1EA30

AKUNTASI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
RANGKUMAN PRESENTASI  KELOMPOK 5 PENGANTAR AKUNTASI 1

Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dan
menjualnya kembali tanpa memprosesnya terlebih dahulu dengan tujuan memperoleh
laba.
Transaksi Perusahan Dagang
1.       Pembelian
Transaksi pembelian barang dagang dalam
perusahaan dagang yang ditunjukkan untuk dijual kembali akan dicatat pada
akun pembelian. Pembelian dapat dilakukan secara tunai atau kredit. Pembelian barang
yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak tidak dijual kembali
akan dicatat pada akun tersendiri.

2.       Biaya Angkut Pembelian
Sebelum memperoleh barang yang dibeli, biasanya perlu mengeluarkan ongkos
angkut dari toko atau sampai ke gudang pembeli. Sehingga harga peroleh barang tersebut terdiri dari harga beli ditambah
dengan ongkos (biaya angkutnya). Seluruh
pengeluaran untuk biaya angkut pembelian akan dicatat dalam satu akun tersendiri
yaitu akun beban angkut pembelian. Sebagai bukti transaksi adalah berupa faktur.

3.       Retur Pembelian
Pada waktu melakukan transaksi pembelian barang, kadang barang yang dibeli itu tidak sesuai dengan barang yang diminta, atau mengalami kerusakan pada saat proses
pengiriman. Maka pihak pembeli berhak mengembalikan barang yang rusak tersebut kepada penjual. Dalam hal ini apabila
pembelian barang yang dikembalikan itu dilakukan secara tunai, maka penjual
akan mengembalikan uangnya tunai kepada pembelinya.Sebaliknya bila pembelian
dilakukan secara kredit, maka pembeli akan membuat nota debit sebagai bukti pengurangan utangnya. Pengurangan utangnya itu
dilakukan dengan cara mendebit akun utang dagang dan mengkreditkan akun retur
pembelian. Bukti transaksi yang digunakan adalah nota debit.

4.       Potongan Pembelian
Potongan pembelian diberikan oleh penjualan
dengan tujuan agar pembeli dapat melunasi utangnya sebelum tanggal jatuh tempo,
atau pelunasannya dalam jangka waktu potongan.Potongan yang diterima dicatat
dalam akun potongan pembelian. Sebagai akibat adanya potongan pembelian itu maka
jumlah utang yang harus dibayar akan berkurang, yaitu jumlah akhir faktur yang
dikurangi dengan potongan pembelian yang diterima. Bukti transaksi yang digunakan
adalah berupa kwitansi atau bukti pengeluaran kas.

5.       Penjualan
Transaksi penjualan barang dagang dalam
perusahaan dagang dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit, atau
sebagian secara tunai dan sisanya dibayar secara kredit. Setiap transaksi penjualan
barang dagang dicatat dalam akun penjualan. Bukti transaksi yang digunakan adalah berupa Faktur atau Bukti Penerimaan Kas.

6.       Retur penjualan
Setelah transaksi penjualan dilakukan dimana
barang yang telah dilakirimkan kepada pembeli. Maka dapat terjadi transaksi retur
penjualan. Artinya sejumlah barang yang telah dijual / dikirimkan, dikembalikan lagi
oleh pihak pembeli dengan alasan tertentu. Misalnya karena rusak atau tidak sesuai
dengan pesanannya. Bagi pihak penjual pengembalian barang tersebut akan mengurangi piutangnya kemudian
mencatatnya kedalam akun retur penjualan

7.       Potongan Penjualan
Potongan penjualan diberikan untuk merangsang pembeli agar segera membayar utangnya, sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan. Potongan penjualan akan
mengurangi jumlah piutang yang diterima disaat jatuh tempo, dan dicatat dalam akun
potongan penjualan. Bukti transaksi yang digunakan berupa kuitansi atau bukti kas masuk.

8.       Biaya Angkut
Penjualan Dalam penjualan saat barang dijual, mungkin saja penjualan akan menanggung
biaya angkut atau biaya pengiriman barang sampai digudang pembeli. Maka biaya yang dikeluarkan pihak penjual akan dicatat dalam akun biaya angkut penjualan.

9.       Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang adalah jumlah
persediaan barang dagang yang ada pada akhir periode tertentu. Misalnya persediaan barang dagang 31 Desember 2013, yaitu nilai persediaan setelah dilakukan perhitungan secara fisik (stock opname) yang ada
didalam gudang atau toko. Persediaan tersebut dicatat dalam akun persediaan barang
dagang. Bukti yang digunakan adalah bukti memorial.

10.   Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu
perusahaan dagang.

11.   Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga
pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.


12.   Harga Pokok
Penjualan (HPP) Untuk menampung harga
pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.

13.   Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

1)      Jurnal Umum
Jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap
transaksi dalam perusahaan.secara terperinci.

2)      Jurnal Khusus
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi- transaksi khusus dalam perusahaan yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian.
Jurnal Khusus
terdiri dari :
a)       Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Jurnal yang digunakan apabila kita melakukan
penjualan barang secara kredit kepada Customer.
b)       Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
Jurnal yang digunakan apabila kita melakukan
pembelian secara kredit kepada supplier.
c)       Jurnal PengeluaranKas (Cash Payment Journal)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap
pengeluaran kas dalam suatu perusahaan.
d)      Jurnal PenerimaanKas (Cash Receipt Journal)
Jurnal yang digunakam untuk mencatat setiap
penerimaan kas dalam suatu perusahaan.
e)       Jurnal Umum
(Memorial Journal)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi diluar empat jurnal diatas.
f)        Jurnal Pembalik
(Reversing Entries)
Jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan
memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries.
Jurnal penyesuaian yang dibalik
adalah:
1. Hutang Biaya
2. Piutang Pendapatan
3. Pendapatan Diterima
Dimuka
4. Biaya Dibayar Dimuka
g) Jurnal Penutup
(Closing Entries)
Ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening- rekening nominal/sementara.

CONTOH PERUSAHAAN JASA YAITU :
1.Salon
2.Perusahaan Karyawan
3.OB

CONTOH PERUSAHAAN DAGANG YAITU :
1.Warung
2.Toko
3.Supermarket